Pengertian Penjelajahan Lintas Alam dalam Pramuka - Penjelajahan/Lintas Alam
bagi para pramuka di Pangkalan SMK Al-Kautsar Kalipucang merupakan suatu kegiatan di alam terbuka yang
menarik, menyenangkan dan menantang yang dapat mengembangkan kecintaan
mereka kepada alam dan menambah wawasan tentang lingkungan.
Bagi pembina pramuka Pangkalan SMK Al-Kautsar Kalipucang, penjelajahan/lintas alam dapat difungsikan sebagai media pendidikan untuk mengembangkan kepribadian serta watak peserta didik.
Dalam suatu penjelajahan/lintas alam pada umumnya dikonsentrasikan pada
kegiatan " Survival training " yang penuh dengan halang rintang, naik
turun tebing, untuk memberikan pengalaman bagaimana merasakan suatu
keberhasilan melintasi halang rintang yang menantang tersebut. Pastilah
hal itu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Kegiatan penjelajahan/lintas alam dirancang sedemikian rupa sehingga
merupakan suatu kegiatan yang dapat menampung berbagai macam
keterampilan kepramukaan sekaligus yang diramu menjadi kegiatan yang
bervariasi hingga tidak menjemukan.
Kegiatan - kegiatan yang biasanya diramu dengan kegiatan " Survival training " sebagaimana tersebut diatas diantaranya, ialah :
- membaca peta medan/topografi
- menggunakan kompas
- membuat peta pita/peta perjalanan
- memecahkan sandi dan isyarat
- tanda jejak
- menaksir
- membuat panorama sket
- praktek membalut (P3K)
- halang rintang, mountainering, rapling
Dalam melaksanakan tugas-tugas di perjalanan selama penjelajahan akan terjadi proses penerapan dan pengembangan :
- kepemimpinan
- demokratis
- kekompakan kerja
- kematangan berfikir
- kemandirian
- percaya diri
- keterampilan dan ketangkasan
- administrasi dan pembagian tugas
- pengetahuan dan pengalaman
Sehingga dengan demikian penjelajahan sekaligus dapat mengembangkan keterampilan manajerial, keterampilan bergaul, keterampilan intelektual, keterampilan emosional, keterampilan sosial, keterampilan spiritual dan keterampilan pisik.
Kegiatan penjelajahan harus memperhatikan/memperhitungkan adanya :
- tingkat keselamatan peserta.
- tingkat kesulitan yang ada telah diperhitungkan masih dapat diatasi oleh peserta sehingga tidak akan terjadi adanya oleh peserta sehingga tidak akan terjadi adanya keputusan peserta setelah mengikuti penjelajahan.
- petugas - petugas di pos hendaknya bersikap mendidik dan ramah.
- penugasan menyusun laporan setelah penjelajahan selesai dilakukan.
- Penjelajahan dapat dilakukan oleh Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak maupun Pramuka Pandega, dengan memperhatikan perbedaan tingkat kesulitannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar